Jumat, 05 Desember 2014

ADAB - ADAB TA'LIM

Ta'lim wa Ta'lum adalah amalan yang sangat penting untuk di hidupkan, baik di mesjid bersama jamaah maupun dirumah bersama anggota keluarga. Hal ini di sebabkan karena ta'lim wa ta'lum adalah salah satu amalan yang hidup di rumah Nabi saw, rumah sahabat r.a dan hidup juga di masjid nabawi.
Maksud dan Tujuan ta'lim wa ta'lum adalah untuk meningkatkan semangat untuk beramal, karena dibicarakannya firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw, yang membicarakan tentang keutamaan serta keuntungan mengamalankan dan ancaman apabila meninggalkannya.
Keuntungan(fadhilah) ta'lim wa ta'lum adalah :
1. Mendapatkan sakinah (ketenangan jiwa)
2. Akan dicucuri rahmat oleh Allah swt
3. Akan dikerumuni malaikat
4. Dibangga-banggakan oleh Allah swt di hadapan majelis para malaikat.
Dalam sebuah hadits di sebutkan :
"Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Tidak berkumpul suatu kaum dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, saling mengajarkannya sesama mereka, kecuali di turunkan kepada mereka Sakinah, rahmat menyirami mereka, para malaikat akan mengerumuni mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di kalangan malaikat yang ada di sisi-Nya." (Muslim, Abu Daud).
Adab-adab ta'lim wa ta'lum :
a. Adab Lahiriyah
 1. Memiliki wudhu
 2. Duduk iftirasy
 3. Memakai wangi-wangian
 4.Duduk rapat-rapat
b. Adab Bathiniyah
 1. Ta'zhim wal ihtiram (mengagungkan dan memuliakan) yang dimuliakan firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw
 2. Tasdhiq wal yaqin (mebenarkan dan meyakini)
 3. Taatsur fil-qalbi (mengesankan dalam hati)
 4. Niyatul amal wa tabligh (niat mengamalkan dan menyampaikan)
Apabila nama Allah disebut maka kita ucapkan Subhanallahuwataala atau 'Aza wa jalla. Jika nama Rasulullah saw disebut maka kita ucapkan Shalallahualaihi wa sallam, jika nama sahabat disebutkan maka kita ucapkan Rhadiyallahuanhu untuk laki-laki atau Rhadiyallahuanha untuk perempuan. Jika nama nabi disebutkan maka kita ucapkan alaisallam. Semua ucapan tersebut di ucapkan secara sirri.
Selanjutnya majelis ditutup dengan tasbih kifarah do'a :
Subhnallahi wa bihamdihi, subhanakallauma wa bihamdika asyhadualla ilaa ha illaa anta asytaqfiruka wa atuubu ilaika.
"Maha Suci Engkau Ya Allah, segala puji bagi Engkau, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu"

Langkah Awal Membuat Cerpen Yang Baik dan Menarik

Bagi sahabat-sahabat yang baru memulai ingin bisa menulis cerpen, barangkali panduan di bawah ini bermanfaat. Artikel sederhana ini hanya sebagai referensi, pengembangannya bisa dilakukan sesuai keinginan sendiri yang paling mudah dilakukan.
Cerpen merupakan sebuah cerita tertulis yang mengandung alur, plot, dan pesan dengan panjang umumnya kurang lebih 1000 kata atau 7000 huruf/karakter. Langkah-langkah menulis cerpen dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Menangkap ide
Langkah awal agar bisa menulis sebuah cerita adalah memiliki ide cerita. Ide cerita tidak harus yang rumit-rumit. Kejadian sehari-hari yang dilihat atau dialami bisa menjadi ide cerita. Ide ini dapat juga dijadikan judul cerita. Misalnya melihat seorang gadis sedang menyapu halaman. Itu bisa menjadi ide cerita sekaligus dapat dijadikan judul, “Gadis Penyapu Halaman”. Kalau judulnya dirasa kurang pas, bisa diganti dengan judul yang lain.
2. Menulis dengan gaya bahasa sendiri
Langkah selanjutnya adalah menuliskannya dengan gaya bahasa sendiri. Orang yang bisa baca tulis tentu bisa melakukannya. Ini yang kadang enggan dilakukan oleh pemula. Rasa pesimis sudah menghantui padahal belum mencoba. Bagaimana akan bisa jika mencoba pun tak dilakukan? Menulis dengan gaya bahasa sendiri berarti menulis dengan gaya yang biasa dilakukan. Berarti pula menulis sebisanya, ya sebisanya saja. Tak perlu dipaksakan dengan gaya bahasa yang mendayu ala Khahlil Gibran misalnya. Kalau bisanya cuma sepanjang 2000 karakter, itu bagus. Itu adalah proses menuju ke cerpen sepanjang 7000 karakter atau lebih. Kalau suka menulis narasi saja, itu bagus. Kalau menulis banyak dialognya, itu juga bagus. Semua bagus, yang penting menghasilkan tulisan.
3. Membuat paragraf pembuka
Tulisan yang digores pertama kali adalah paragraf pembuka. Membuat paragraf pembuka juga tidak perlu rumit-rumit. Namun demikian, yang perlu diperhatikan bahwa bagian ini adalah bagian yang penting sebagaimana judul cerpen. Ada yang mengibaratkan bagian ini seperti manekin (patung pajangan) yang dipasang di etalase sebuah toko. Hal itu berarti harus menarik, agar pembaca terpancing untuk terus membacanya.
4. Merangkai alur dan plot
Langkah selanjutnya adalah melanjutkan paragraf pembuka yang sudah ditulis. Merangkai kejadian demi kejadian. Dialog demi dialog. Narasi demi narasi. Alur dan plot akan terbentuk dengan sendirinya. Tuliskan saja apa yang ada di kepala dengan cara Anda sendiri, maka menulis pun menjadi lancar. Jika hanya berupa narasi dan deskripsi saja, itu bagus. Jika banyak dialognya juga bagus. Semua sah-sah saja. Jika baru mampu 2000 karakter, itu bagus. Harus dicoba menulis, menulis, dan menulis lagi. Lambat laun akan bisa mencapai 7000 karakter atau lebih.
5. Membuat paragraf penutup
Paragraf penutup juga hal yang sangat penting. Bagaimana sebuah cerita menjadi lengkap dipengaruhi oleh bagian ini. Jika bagian yang disebut ending ini bagus, maka cerpen pun bisa terdongkrak menjadi cerpen yang bagus. Bagian ini dapat ditulis dengan ending tertutup, ending terbuka, dan ending mengejutkan.
6. Mengendapkan tulisan
Setelah cerpen selesai ditulis, dapat diendapkan terlebih dulu. Waktunya bisa singkat, bisa lama. Tergantung penulisnya. Pengendapan ini bertujuan untuk memberi jeda sebelum diedit.
7. Mengedit tulisan
Cerpen yang telah diendapkan kemudian dibaca lagi. Hal itu untuk mengetahui kesalahan tanda baca, EYD, logika cerita, dan sebagainya. Lakukan pengeditan secukupnya. Setelah itu berarti tulisan siap disajikan.
8. Menulis lagi, belajar lagi, menulis lagi, demikian seterusnya
Setelah menulis satu cerpen, jangan cepat puas. Setelah ada yang menganggap cerpennya bagus, jangan cepat puas. Setelah cerpennya dimuat di media cetak, jangan cepat puas. Demikian seterusnya. Menulis lagi, belajar lagi, dan menulis lagi.
Demikian artikel sederhana mengenai delapan langkah menulis cerpen untuk pemula. Semoga bermanfaat. Selamat menulis cerpen!